Translate

Jejak Kita - Bagian 9

Kompetisi

Waktu menuju pemilihan hanya tersisa 20 hari kedepan. Panitia penyelenggara hasil bentukan yang telah disepakati oleh dua pertiga dari pengurus yang ada saat ini, bersepakat memilih tempat musyawarah di Gedung Olahraga, yang letaknya cukup jauh dari pusat keramaian kota. Keputusan tersebut diambil, selain atas pertimbangan keamanan, juga hal-hal lain yang dapat mempengaruhi keberlangsungan musyawarah pada waktunya. Sementara itu, publikasi kegiatan tersebut telah disampaikan baik melalui undangan maupun pemberitaan dimedia cetak lokal, dan situs online tertentu. Pemasangan baliho dan spanduk rencananya baru akan dipasang tiga hari menjelang waktu pelaksanaan, dan di tempatkan di pusat kegiatan, juga tempat-tempat strategis lainnya, sesuai dengan budget anggaran yang telah ditetapkan.

Musyawarah ini dilaksanakan dalam rangka pergantian kepengurusan yang telah habis masa bhaktinya. Adapun agenda musyawarah hanya fokus pada pemilihan ketua, tanpa ada agenda lainnya, agar pelaksanaan kegiatan tidak memakan waktu yang lama.

Seperti yang telah disepakati bersama, untuk penyerahan berkas pendaftaran calon harus sudah diterima panitia maksimal dua hari menjelang pelaksanaan musyawarah. Dan hingga hari ini baru satu orang calon yang telah menyerahkan berkas pendaftaran pada panitia.

Setelah mengkalkulasi kemungkinan perolehan dukungan, disertai kekuatan dana yang dimiliki, Yodha masih menjagokan Haeru Isnan  untuk maju kembali sebagai kandidat calon ketua dari kelompoknya. Sementara itu dari kelompok lainnya, melalui diskusi dan perdebatan yang panjang, akhirnya bersepakat memajukan Septian untuk turut serta dalam bursa pencalonan. Saat ini Septian menjabat sebagai ketua pimpinan cabang dalam organisasi masyarakat yang baru berdiri empat tahun kebelakang. Sebagai bentuk perlawanan terhadap kepemimpinan yang bersifat otoritarian, dan  demi tegaknya demokrasi di organisasi ini, Septian bersedia dicalonkan dengan berbagai resiko yang akan dihadapinya kemudian.

Sikap otoriter yang ditunjukkan ketua organisasi dalam kepemimpinannya saat ini, telah menimbulkan perpecahan dan perang dingin di pertengahan periode kepengurusan berjalan. Komunikasi dua arah sepertinya sulit terjalin, sehingga akhirnya menimbulkan ketidakharmonisan. Perbedaan pemikiran dan gagasan seakan menjadi jurang penghalang bagi pencapaian tujuan. Pada akhirnya komunikasi pun hanya berjalan satu arah, dan bersifat instruksi.

Visualisasi >>>

Selepas Isya Dion dan Raffie bergegas pergi memenuhi undangan diskusi yang di prakarsai Septian dan kawan-kawan. Mereka berdua diperkenalkan kepada Septian oleh Zoelain, yang tak lain teman satu fakultas dengan Dion dikampusnya. Zoelain sendiri adalah salah satu pengurus organisasi dan merupakan salah satu perintis bagi terbentuknya organisasi masyarakat tersebut. Karena merasa tak sejalan dengan kepemimpinan saat ini, maka ia berinisiatif mengajak Dion dan Raffie untuk kembali membantu dalam menyusun langkah-langkah strategis yang akan dilakukan, guna memenangkan pertarungan.

Setibanya ditujuan, diskusi pun dimulai usai menikmati kopi hangat dan rebusan singkong yang disuguhkan tuan rumah. Berawal dari pemaparan Zoelain, Dion menyampaikan langkah apa saja yang akan ditempuh guna mengimbangi  kekuatan lawan di musyawarah nanti. Usai Dion memaparkan secara terperinci mengenai langkah-langkah apa saja yang akan ditempuh, baru kemudian Raffie menyambung mengajukan gagasan untuk mengambil cara yang berbeda dengan apa yang telah Dion sampaikan. Semua yang hadir merenung sejenak. Mereka yakin,  gagasan Raffie berdasar, dan itu mungkin bisa dijadikan solusi guna mengimbangi kekuatan lawan. Mereka tak bisa mengandalkan dukungan dari sisi pendanaan. Untuk itu, apa yang Raffie ajukan menjadi satu pilihan terbaik guna memuluskan calonnya menuju kemenangan. 

Diskusi pun berakhir dengan kesepakatan, setelah mereka berbagi tugas dan tanggung jawabnya  masing-masing.

Keesokan harinya, saat lalu lintas dijalan raya mulai di padati kendaraan, Zoelain bergegas pergi mengunjungi seorang kawan satu ikatan dalam kepengurusan organisasi, yang belakangan ini menjadi topik utama pembicaraan di setiap kesempatan yang ada. Beruntung ia tepat waktu tiba ditujuan, sehingga bisa bertemu orang yang dituju saat ia baru saja akan berangkat entah  kemana. Usai bertegur sapa di halaman depan, mereka lanjutkan obrolan dipelataran rumah. Zoelain menjatuhkan pilihannya pada Bonie untuk mendorong Erwan agar bersedia dicalonkan dalam pemilihan di musyawarah yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan. Dia tahu Bonie berteman dekat dengan Erwan. Zoelain pun tahu jika Erwan akan bisa memainkan peran ganda seperti yang selama ini ia lakukan. Karena Zoelain tak begitu mengenal Erwan, maka ia perlu Bonie untuk membantunya. Dengan Bonie, Zoelain sudah kenal cukup lama, hingga ia tak canggung lagi untuk meminta bantuannya. Setahu Zoelain, Erwan sepertinya cukup akrab dengan Yodha. Namun ia pikir Erwan hanya memanfaatkan Yodha demi kepentingan pribadinya semata, atau ada tujuan lain yang tersembunyi dibalik kedekatannya.

Setelah mengerti maksud dan tujuan yang Zoelain sampaikankan padanya, Bonie menyatakan kesediaan untuk membantunya. Zoelain pun pamit setelah apa yang menjadi pokok persoalannya  telah terjawab sudah.

      Lima hari kedepan pemilihan ketua Gerakan Masyarakat Untuk Keadilan (GEMUK) akan dilaksanakan di tempat dan waktu yang telah ditetapkan. Zoelain bersama beberapa kawan yang lain turut mendampingi Septian untuk menyerahkan berkas pendaftaran calon pada panitia pelaksana musyawarah. Selepas memeriksa kelengkapan berkas yang mereka terima, panitia musyawarah menyerahkan tanda pengenal bertuliskan “Kandidat Calon Ketua” pada Septian untuk nantinya dipakai saat musyawarah berlangsung. Dengan demikian, telah bertambah satu kandidat, menyusul kandidat lain yang telah mendaftarkan diri terlebih dahulu.

Sejalan dengan rencana awal, Erwan akan mengambil formulir pendaftaran dan menyerahkan berkas persyaratan pada hari yang sama, yakni dua hari menjelang pelaksanaan musyawarah. Hari Itu berarti batas akhir bagi pendaftar untuk menyerahkan berkas kelengkapan persyaratannya. Diluar dugaan Zoelain dan kawan-kawan, tiga hari menjelang hari pelkasanaan, untuk pendaftaran calon ditutup, Zamhary didampingi Basrie serta para pendukungnya mendatangi sekretariat GEMUK untuk menyerahkan berkas pencalonannya. Atas informasi yang diterima, Zoelain segera mengumpulkan tim pemenangannya untuk menyikapi perubahan situasi yang terjadi.

Dion dan juga Raffie meminta bertemu di tempat terpisah, ketika Septian menghubungi mereka untuk menghadiri pertemuan yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Situasi ini membuat mereka harus secepatnya menyusun strategi baru, guna menyikapi perkembangan yang terjadi di detik-detik akhir menuju pelaksanaan musyawarah.

Menjelang sore hari, Zoelain dan Septian tiba di tempat yang mereka sepakati untuk membahas langkah-langkah baru guna mengatasi persoalan yang dihadapi. Mereka berupaya keras memanfaatkan waktu yang terbatas se-efektif mugkin. Masih banyak hal yang harus mereka lakukan selepas pertemuan. Raffie coba mencairkan suasana tegang dengan mengajak mereka untuk tetap tenang, dan tetap menjalankan rencana yang telah disusun sebagaimana mestinya. Menurut perkiraan Raffie, perubahan situasi yang terjadi saat ini justru akan lebih menguntungkan pihaknya dalam menghadapi kompetisi. Zoelain lebih tahu, jika Zamhary selama ini berada di lingkaran kepentingan kelompok Yodha. Dengan demikian kondisi ini akan memberi peluang lebih besar bagi Septian untuk memimpin organisasi. Seandainya pun tujuan Zamhary ikut dalam bursa pencalonan pimpinan organisasi untuk merebut dukungan yang telah diperkirakan akan berpihak pada kelompoknya, peluangnya sangat kecil. Pimpinan-pimpinan cabang yang telah mereka hubungi, memiliki latar belakang tujuan dan pemikiran serta gagasan yang sama dengan pihaknya. Sementara  itu, Zamhary sudah terlanjur diketahui, selama ini ia berada di lingkaran kepentingan pimpinan organisasi dan orang-orang yang mengelilinginya. Atas dasar itu, Raffie menyarankan agar mereka tak perlu khawatir dan tak perlu menyusun langkah-langkah baru. Adapun kehadiran Basrie yang ia perkirakan berada dibalik pencalonan Zamhary, tidak perlu terlalu menjadi bahan kekhawatiran. Biarkan mereka berproses dengan kepentingannya sendiri. Ia menduga, dengan hadirnya Basrie dibalik pencalonan Zamhary, ada peran Yodha juga disana. Kedekatan Basrie dengan Yodha selama ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Namun demikian Raffie belum bisa memastikan tujuan manuver yang Yodha lakukan. Jika memang ini strategi untuk memenangkan kembali Haeru Isnan, Raffie pikir Yodha terlalu berani mengambil langkah demikian,  kecuali jika Yodha memang memajukan Zamhary lewat peran Basrie sebagai alternatif pilihan. Kalau pun Haeru Isnan kalah dalam kompetisi, masih ada Zamhary disana. Dengan demikian, Yodha mengusung dua orang calon sekaligus melalui peran tangan yang lain salah satunya. Pada akhirnya langkah Yodha tak jauh berbeda dengan langkah yang Raffie sarankan pada Zoelain. Persoalan lain, mungkin Basrie bisa masuk ke sebagian orang yang dekat dengan Zoelain. Tapi untuk mempengaruhi mereka beralih pilihan, Raffie merasa kurang yakin.  Berdasar dari hal yang ia sampaikan, tak perlu mereka bersusah payah menyusun langkah baru. Cukup yakinkan saja, bahwa dukungan yang telah terhimpun tidak akan berpaling ke arah berlawanan. Setelah semua sepakat dengan apa yang Raffie sampaikan, mereka pun membubarkan diri, untuk kembali ke tugasnya masing-masing.

Berselang dua hari menuju pelaksanaan musyawarah, seperti yang telah direncanakan, Bonie mendampingi Erwan menyerahkan berkas persyaratan pencalonannya pada panitia. Informasi tersebut segera  sampai ke pihak Zoelain. Mereka berharap rencana selanjutnya dapat berjalan sesuai yang diharapkan bersama. Kini sudah dapat dipastikan,  pada musyawarah nanti terdapat 4 calon yang akan saling berkompetisi. Pendaftaran pun ditutup sesuai jadwal waktu yang telah ditetapkan.

Bagi para peserta dan kandidat calon pimpinan organisasi, tiga hari menjadi waktu yang panjang bagi mereka. Tapi tidak demikian yang terjadi pada Dion dan Raffie. Bagi mereka hari begitu cepat berlalu. Kesibukan menangani rencana pembukaan kafe tenda di sela-sela aktivitas perkuliahannya, membuat detik dan menit bergeser terasa lebih cepat dari biasanya. Belum lagi mereka harus membagi waktu guna membantu Zoelain dan kawan-kawan yang akan menghadapi peristiwa penting bagi keberlangsungan organisasinya.

Waktu yang dinantikan pun akhirnya tiba juga. Para peserta musyawarah dan tamu undangan mulai memasuki gedung setelah sebelumnya mengisi daftar hadir yang telah disediakan panitia. Suasana riuh terdengar. Masing-masing kelompok yang akan berkompetisi meneriakkan panji-panji kemenangan bagi para calon yang dijagokannya. Spanduk bertuliskan dukungan masing-masing kandidat mereka bentangkan. Nyanyian-nyanyian pemberi semangat disuarakan dengan lantang dan penuh kegembiraan. Suasana hening sejenak, ketika pemandu acara meminta para hadirin untuk tenang dan mempersilahkan mereka mengisi tempat yang telah disediakan. Musyawarah Besar Gerakan Masyarakat Untuk Keadilan (GEMUK) tahun 2021 dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan seremonial lainnya hingga sampai pada pokok acara, yakni pemungutan suara pemilihan ketua Gerakan Masyarakat Untuk Keadilan (GEMUK) periode tahun 2021 - 2024.

Selepas panitia mempersiapkan segala kebutuhan guna pelaksanaan pemilihan, pemungutan suara pun dimulai. Satu persatu para pemilik hak suara dipanggil untuk bergantian memberikan dukungannya secara tertutup, kemudian kembali ke tempat semula dengan tertib. Proses tersebut membutuhkan waktu cukup lama, mengingat jumlah pemberi hak suara seratus persen hadir untuk menyampaikan pilihannya. 

Pemandu acara meminta para peserta yang hadir untuk tetap tenang, sebelum penghitungan perolehan suara dimulai. Sorak sorai terus bergema setiap kali kandidat yang dijagokannya memperoleh suara tambahan. Ketegangan mulai terasa saat dua kandidat mendapat perolehan suara tertinggi dengan jumlah yang sama. Diluar perkiraan, dua kandidat tersebut adalah Septian dan Zamhary, yang masing-masing memperoleh suara terbanyak dengan jumlah yang sama dibanding dua kandidat lainnya. Haeru Isnan memperoleh 8 suara, Erwan memperoleh 7 suara, dan 5 suara abstain.

Sebagaimana telah diatur dalam peraturan organisasi ini, dalam hal terdapat jumlah perolehan suara yang sama, dengan jumlah calon lebih dari 2 (dua) orang untuk pemilihan calon ketua, maka diadakan pemilihan putaran kedua.

Berdasar pada peraturan tersebut, maka untuk menentukan siapa ketua terpilih dalam musyawarah ini, pantia memfasilitasi untuk melakukan pemilihan putaran kedua.

Setelah jeda waktu yang diberikan kepada masing-masing calon untuk melalukan lobi-lobi, pemilihan pun segera dilanjutkan kembali. Jika melihat pada hasil perolehan suara masing-masing calon di putaran pertama, ditambah suara abstain, maka untuk memenangkan pemilihan, seorang kandidat  harus mendapat suara tambahan sebanyak 11 suara. Bagi kelompok Septian, mereka harus bisa menarik dukungan suara abstain. Secara matematis, jika dukungan Haeru Isnan diberikan kepada Zamhary, dan suara abstain tidak berubah, maka sudah dapat dipastikan pemenang dalam kompetisi ini ada di pihak Zamhary. Berdasar pada perhitungan tersebut, kelompok Septian benar-benar memanfaatkan jeda waktu yang diberikan panitia untuk memperoleh dukungan tambahan.

Suasan berubah menegangkan ketika pantia mulai melakukan penghitungan. Satu demi satu perolehan suara kedua calon dituliskan di papan yang tersedia. Septian menarik nafas panjang ketika perolehan suaranya tertinggal cukup jauh dari lawannya. 19 suara untuk Zamhary berbanding 9 suara untuk Septian. Namun keadaan cepat berbalik di hitungan selanjutnya. 

Kertas suara yang masih berada di kotak kini tinggal tersisa 8 helai, dengan posisi perolehan suara untuk Septian sebanyak 22, dan 24 suara untuk Zamhary. Suasana kembali senyap saat Septian mendapat 2 perolehan suara tambahan. Situasi di dalam gedung kini benar-benar terasa begitu mencekam. Panitia pemilihan kembali melanjutkan penghitungan setelah tertunda beberapa saat karena terdapat gangguan pada alat pengeras suara. Septian dapat sedikit bernafas lega ketika mendapat tambahan  sebanyak 2 suara, setelah 1 suara lainnya dituliskan di kolom abstain. Septian hanya membutuhkan 1 tambahan perolehan suara untuk memenangkan kompitisi, karena kini ia telah mangantongi 26 suara, sedangkan Zamhary masih bertahan di 24 suara, dan 3 suara lainnya masih berada di dalam kotak. Zoelain menahan dirinya untuk melompat dari tempat ketika panitia membuka helai kertas berikutnya. 1 suara lagi-lagi dicantumkan dalam kolom abstain. Kedua pihak menahan nafas masing-masing saat 1 suara memberikan dukungannya untuk Zamhary. Penentu kemenangan kini berada di helai kertas terakhir. Semua pihak menanti dengan harap cemas. Dan luapan emosi kegembiraan tak dapat dibendung lagi saat panitia membuka kertas terakhir dan berteriak dengan suara yang keras. 

“Abstain !”.           

Dengan demikian, Musyawarah Besar Gerakan Masyarakat Untuk Keadlian (GEMUK) tahun 2021, telah memberikan Septian kemenangan, dengan jumlah perolehan suara untuk Septian sebanyak 26, suara untuk Zamhary sebanyak 25, dan 3 suara abstain. Selanjutnya, guna melengkapi formasi kepengurusan, ketua terpilih diberikan hak prerogatif untuk menentukan siapa saja yang akan mengisi formasi dalam kepengurusannya. 

Selanjutnya >>>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampaikan komentar anda dengan bijak