Kompetisi
Waktu menuju pemilihan hanya tersisa 20 hari kedepan. Panitia penyelenggara hasil bentukan yang telah disepakati oleh dua pertiga dari pengurus yang ada saat ini, bersepakat memilih tempat musyawarah di Gedung Olahraga, yang letaknya cukup jauh dari pusat keramaian kota. Keputusan tersebut diambil, selain atas pertimbangan keamanan, juga hal-hal lain yang dapat mempengaruhi keberlangsungan musyawarah pada waktunya. Sementara itu, publikasi kegiatan tersebut telah disampaikan baik melalui undangan maupun pemberitaan dimedia cetak lokal, dan situs online tertentu. Pemasangan baliho dan spanduk rencananya baru akan dipasang tiga hari menjelang waktu pelaksanaan, dan di tempatkan di pusat kegiatan, juga tempat-tempat strategis lainnya, sesuai dengan budget anggaran yang telah ditetapkan.
Musyawarah ini dilaksanakan dalam rangka pergantian kepengurusan
yang telah habis masa bhaktinya. Adapun agenda musyawarah hanya fokus pada
pemilihan ketua, tanpa ada agenda lainnya, agar pelaksanaan kegiatan tidak
memakan waktu yang lama.
Seperti yang telah disepakati bersama, untuk penyerahan berkas
pendaftaran calon harus sudah diterima panitia maksimal dua hari menjelang
pelaksanaan musyawarah. Dan hingga hari ini baru satu orang calon yang telah
menyerahkan berkas pendaftaran pada panitia.
Setelah mengkalkulasi kemungkinan perolehan dukungan, disertai
kekuatan dana yang dimiliki, Yodha masih menjagokan Haeru
Isnan untuk maju kembali sebagai kandidat calon ketua dari
kelompoknya. Sementara itu dari kelompok lainnya, melalui diskusi dan
perdebatan yang panjang, akhirnya bersepakat memajukan Septian untuk turut
serta dalam bursa pencalonan. Saat ini Septian menjabat sebagai ketua pimpinan
cabang dalam organisasi masyarakat yang baru berdiri empat tahun kebelakang.
Sebagai bentuk perlawanan terhadap kepemimpinan yang bersifat otoritarian, dan demi
tegaknya demokrasi di organisasi ini, Septian bersedia dicalonkan dengan
berbagai resiko yang akan dihadapinya kemudian.
Sikap otoriter yang ditunjukkan ketua organisasi dalam
kepemimpinannya saat ini, telah menimbulkan perpecahan dan perang dingin di pertengahan
periode kepengurusan berjalan. Komunikasi dua arah sepertinya sulit terjalin,
sehingga akhirnya menimbulkan ketidakharmonisan. Perbedaan pemikiran dan
gagasan seakan menjadi jurang penghalang bagi pencapaian tujuan. Pada akhirnya
komunikasi pun hanya berjalan satu arah, dan bersifat instruksi.
Selepas Isya
Dion dan Raffie bergegas pergi memenuhi undangan diskusi yang di prakarsai
Septian dan kawan-kawan. Mereka berdua diperkenalkan kepada Septian oleh
Zoelain, yang tak lain teman satu fakultas dengan Dion dikampusnya. Zoelain
sendiri adalah salah satu pengurus organisasi dan merupakan salah satu perintis
bagi terbentuknya organisasi masyarakat tersebut. Karena merasa tak sejalan
dengan kepemimpinan saat ini, maka ia berinisiatif mengajak Dion dan Raffie
untuk kembali membantu dalam menyusun langkah-langkah strategis yang akan
dilakukan, guna memenangkan pertarungan.
Setibanya
ditujuan, diskusi pun dimulai usai menikmati kopi hangat dan rebusan singkong
yang disuguhkan tuan rumah. Berawal dari pemaparan Zoelain, Dion menyampaikan
langkah apa saja yang akan ditempuh guna mengimbangi kekuatan lawan
di musyawarah nanti. Usai Dion memaparkan secara terperinci mengenai
langkah-langkah apa saja yang akan ditempuh, baru kemudian Raffie menyambung
mengajukan gagasan untuk mengambil cara yang berbeda dengan apa yang telah Dion
sampaikan. Semua yang hadir merenung sejenak. Mereka yakin, gagasan
Raffie berdasar, dan itu mungkin bisa dijadikan solusi guna mengimbangi
kekuatan lawan. Mereka tak bisa mengandalkan dukungan dari sisi pendanaan.
Untuk itu, apa yang Raffie ajukan menjadi satu pilihan terbaik guna memuluskan
calonnya menuju kemenangan.
Diskusi pun berakhir dengan kesepakatan, setelah mereka berbagi
tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
Keesokan
harinya, saat lalu lintas dijalan raya mulai di padati kendaraan, Zoelain
bergegas pergi mengunjungi seorang kawan satu ikatan dalam kepengurusan
organisasi, yang belakangan ini menjadi topik utama pembicaraan di setiap
kesempatan yang ada. Beruntung ia tepat waktu tiba ditujuan, sehingga bisa
bertemu orang yang dituju saat ia baru saja akan berangkat entah kemana.
Usai bertegur sapa di halaman depan, mereka lanjutkan obrolan dipelataran rumah. Zoelain menjatuhkan pilihannya pada Bonie untuk mendorong Erwan agar
bersedia dicalonkan dalam pemilihan di musyawarah yang akan dilaksanakan
beberapa hari kedepan. Dia tahu Bonie berteman dekat dengan Erwan. Zoelain pun
tahu jika Erwan akan bisa memainkan peran ganda seperti yang selama ini ia
lakukan. Karena Zoelain tak begitu mengenal Erwan, maka ia perlu Bonie untuk
membantunya. Dengan Bonie, Zoelain sudah kenal cukup lama, hingga ia tak
canggung lagi untuk meminta bantuannya. Setahu Zoelain, Erwan sepertinya cukup
akrab dengan Yodha. Namun ia pikir Erwan hanya memanfaatkan Yodha demi
kepentingan pribadinya semata, atau ada tujuan lain yang tersembunyi dibalik
kedekatannya.
Setelah mengerti maksud dan tujuan yang Zoelain sampaikankan padanya, Bonie menyatakan kesediaan untuk membantunya. Zoelain pun pamit setelah apa yang menjadi pokok persoalannya telah terjawab sudah.
Sejalan dengan rencana awal, Erwan akan mengambil formulir
pendaftaran dan menyerahkan berkas persyaratan pada hari yang sama, yakni dua
hari menjelang pelaksanaan musyawarah. Hari Itu berarti batas akhir bagi
pendaftar untuk menyerahkan berkas kelengkapan persyaratannya. Diluar dugaan
Zoelain dan kawan-kawan, tiga hari menjelang hari pelkasanaan, untuk pendaftaran calon ditutup, Zamhary
didampingi Basrie serta para pendukungnya mendatangi sekretariat GEMUK untuk
menyerahkan berkas pencalonannya. Atas informasi yang diterima, Zoelain segera
mengumpulkan tim pemenangannya untuk menyikapi perubahan situasi yang terjadi.
Dion dan juga Raffie meminta bertemu di tempat terpisah, ketika
Septian menghubungi mereka untuk menghadiri pertemuan yang tak pernah
direncanakan sebelumnya. Situasi ini membuat mereka harus secepatnya menyusun
strategi baru, guna menyikapi perkembangan yang terjadi di detik-detik akhir
menuju pelaksanaan musyawarah.
Menjelang
sore hari, Zoelain dan Septian tiba di tempat yang mereka sepakati untuk
membahas langkah-langkah baru guna mengatasi persoalan yang dihadapi. Mereka
berupaya keras memanfaatkan waktu yang terbatas se-efektif mugkin. Masih banyak
hal yang harus mereka lakukan selepas pertemuan. Raffie coba mencairkan suasana
tegang dengan mengajak mereka untuk tetap tenang, dan tetap menjalankan rencana
yang telah disusun sebagaimana mestinya. Menurut perkiraan Raffie, perubahan
situasi yang terjadi saat ini justru akan lebih menguntungkan pihaknya dalam
menghadapi kompetisi. Zoelain lebih tahu, jika Zamhary selama ini berada di
lingkaran kepentingan kelompok Yodha. Dengan demikian kondisi ini akan memberi
peluang lebih besar bagi Septian untuk memimpin organisasi. Seandainya pun tujuan
Zamhary ikut dalam bursa pencalonan pimpinan organisasi untuk merebut dukungan
yang telah diperkirakan akan berpihak pada kelompoknya, peluangnya sangat
kecil. Pimpinan-pimpinan cabang yang telah mereka hubungi, memiliki latar
belakang tujuan dan pemikiran serta gagasan yang sama dengan pihaknya.
Sementara itu, Zamhary sudah terlanjur diketahui, selama ini ia
berada di lingkaran kepentingan pimpinan organisasi dan orang-orang yang
mengelilinginya. Atas dasar itu, Raffie menyarankan agar mereka tak perlu khawatir
dan tak perlu menyusun langkah-langkah baru. Adapun kehadiran Basrie yang ia
perkirakan berada dibalik pencalonan Zamhary, tidak perlu terlalu menjadi bahan
kekhawatiran. Biarkan mereka berproses dengan kepentingannya sendiri. Ia
menduga, dengan hadirnya Basrie dibalik pencalonan Zamhary, ada peran Yodha
juga disana. Kedekatan Basrie dengan Yodha selama ini tidak bisa diabaikan
begitu saja. Namun demikian Raffie belum bisa memastikan tujuan manuver yang
Yodha lakukan. Jika memang ini strategi untuk memenangkan kembali Haeru Isnan,
Raffie pikir Yodha terlalu berani mengambil langkah demikian, kecuali
jika Yodha memang memajukan Zamhary lewat peran Basrie sebagai alternatif
pilihan. Kalau pun Haeru Isnan kalah dalam kompetisi, masih ada Zamhary disana.
Dengan demikian, Yodha mengusung dua orang calon sekaligus melalui peran tangan
yang lain salah satunya. Pada akhirnya langkah Yodha tak jauh berbeda dengan
langkah yang Raffie sarankan pada Zoelain. Persoalan lain, mungkin Basrie
bisa masuk ke sebagian orang yang dekat dengan Zoelain. Tapi untuk mempengaruhi
mereka beralih pilihan, Raffie merasa kurang yakin. Berdasar dari
hal yang ia sampaikan, tak perlu mereka bersusah payah menyusun langkah baru.
Cukup yakinkan saja, bahwa dukungan yang telah terhimpun tidak akan berpaling
ke arah berlawanan. Setelah semua sepakat dengan apa yang Raffie sampaikan,
mereka pun membubarkan diri, untuk kembali ke tugasnya masing-masing.
Berselang dua
hari menuju pelaksanaan musyawarah, seperti yang telah direncanakan, Bonie
mendampingi Erwan menyerahkan berkas persyaratan pencalonannya pada panitia.
Informasi tersebut segera sampai ke pihak Zoelain. Mereka berharap
rencana selanjutnya dapat berjalan sesuai yang diharapkan bersama. Kini sudah
dapat dipastikan, pada musyawarah nanti terdapat 4 calon yang akan saling
berkompetisi. Pendaftaran pun ditutup sesuai jadwal waktu yang telah
ditetapkan.
Bagi para peserta dan kandidat calon pimpinan organisasi, tiga hari
menjadi waktu yang panjang bagi mereka. Tapi tidak demikian yang terjadi pada
Dion dan Raffie. Bagi mereka hari begitu cepat berlalu. Kesibukan menangani
rencana pembukaan kafe tenda di sela-sela aktivitas perkuliahannya, membuat
detik dan menit bergeser terasa lebih cepat dari biasanya. Belum lagi mereka harus
membagi waktu guna membantu Zoelain dan kawan-kawan yang akan menghadapi
peristiwa penting bagi keberlangsungan organisasinya.
Waktu yang
dinantikan pun akhirnya tiba juga. Para peserta musyawarah dan tamu undangan
mulai memasuki gedung setelah sebelumnya mengisi daftar hadir yang telah
disediakan panitia. Suasana riuh terdengar. Masing-masing kelompok yang akan
berkompetisi meneriakkan panji-panji kemenangan bagi para calon yang
dijagokannya. Spanduk bertuliskan dukungan masing-masing kandidat mereka
bentangkan. Nyanyian-nyanyian pemberi semangat disuarakan dengan lantang dan
penuh kegembiraan. Suasana hening sejenak, ketika pemandu acara meminta
para hadirin untuk tenang dan mempersilahkan mereka mengisi tempat yang telah
disediakan. Musyawarah Besar Gerakan Masyarakat Untuk Keadilan (GEMUK) tahun
2021 dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan
dengan seremonial lainnya hingga sampai pada pokok acara, yakni pemungutan
suara pemilihan ketua Gerakan Masyarakat Untuk Keadilan (GEMUK) periode tahun
2021 - 2024.
Selepas panitia mempersiapkan segala kebutuhan guna pelaksanaan
pemilihan, pemungutan suara pun dimulai. Satu persatu para pemilik hak suara
dipanggil untuk bergantian memberikan dukungannya secara tertutup, kemudian
kembali ke tempat semula dengan tertib. Proses tersebut membutuhkan waktu cukup
lama, mengingat jumlah pemberi hak suara seratus persen hadir untuk
menyampaikan pilihannya.
Pemandu acara meminta para peserta yang hadir untuk tetap tenang,
sebelum penghitungan perolehan suara dimulai. Sorak sorai terus bergema setiap
kali kandidat yang dijagokannya memperoleh suara tambahan. Ketegangan mulai
terasa saat dua kandidat mendapat perolehan suara tertinggi dengan jumlah yang
sama. Diluar perkiraan, dua kandidat tersebut adalah Septian dan Zamhary, yang
masing-masing memperoleh suara terbanyak dengan jumlah yang sama dibanding dua
kandidat lainnya. Haeru Isnan memperoleh 8 suara, Erwan memperoleh 7 suara, dan
5 suara abstain.
Sebagaimana telah diatur dalam peraturan organisasi ini, dalam hal
terdapat jumlah perolehan suara yang sama, dengan jumlah calon lebih dari 2
(dua) orang untuk pemilihan calon ketua, maka diadakan pemilihan putaran
kedua.
Berdasar pada peraturan tersebut, maka untuk menentukan siapa
ketua terpilih dalam musyawarah ini, pantia memfasilitasi untuk melakukan
pemilihan putaran kedua.
Setelah jeda
waktu yang diberikan kepada masing-masing calon untuk melalukan lobi-lobi,
pemilihan pun segera dilanjutkan kembali. Jika melihat pada hasil perolehan
suara masing-masing calon di putaran pertama, ditambah suara abstain, maka
untuk memenangkan pemilihan, seorang kandidat harus mendapat suara
tambahan sebanyak 11 suara. Bagi kelompok Septian, mereka harus bisa
menarik dukungan suara abstain. Secara matematis, jika dukungan Haeru Isnan
diberikan kepada Zamhary, dan suara abstain tidak berubah, maka sudah dapat
dipastikan pemenang dalam kompetisi ini ada di pihak Zamhary. Berdasar pada
perhitungan tersebut, kelompok Septian benar-benar memanfaatkan jeda waktu yang
diberikan panitia untuk memperoleh dukungan tambahan.
Suasan berubah menegangkan ketika pantia mulai melakukan penghitungan. Satu demi satu perolehan suara kedua calon dituliskan di papan yang tersedia. Septian menarik nafas panjang ketika perolehan suaranya tertinggal cukup jauh dari lawannya. 19 suara untuk Zamhary berbanding 9 suara untuk Septian. Namun keadaan cepat berbalik di hitungan selanjutnya.
Kertas suara yang masih berada di kotak kini tinggal tersisa 8 helai, dengan posisi perolehan suara untuk Septian sebanyak 22, dan 24 suara untuk Zamhary. Suasana kembali senyap saat Septian mendapat 2 perolehan suara tambahan. Situasi di dalam gedung kini benar-benar terasa begitu mencekam. Panitia pemilihan kembali melanjutkan penghitungan setelah tertunda beberapa saat karena terdapat gangguan pada alat pengeras suara. Septian dapat sedikit bernafas lega ketika mendapat tambahan sebanyak 2 suara, setelah 1 suara lainnya dituliskan di kolom abstain. Septian hanya membutuhkan 1 tambahan perolehan suara untuk memenangkan kompitisi, karena kini ia telah mangantongi 26 suara, sedangkan Zamhary masih bertahan di 24 suara, dan 3 suara lainnya masih berada di dalam kotak. Zoelain menahan dirinya untuk melompat dari tempat ketika panitia membuka helai kertas berikutnya. 1 suara lagi-lagi dicantumkan dalam kolom abstain. Kedua pihak menahan nafas masing-masing saat 1 suara memberikan dukungannya untuk Zamhary. Penentu kemenangan kini berada di helai kertas terakhir. Semua pihak menanti dengan harap cemas. Dan luapan emosi kegembiraan tak dapat dibendung lagi saat panitia membuka kertas terakhir dan berteriak dengan suara yang keras.
“Abstain !”.
Dengan demikian, Musyawarah Besar Gerakan Masyarakat Untuk Keadlian (GEMUK) tahun 2021, telah memberikan Septian kemenangan, dengan jumlah perolehan suara untuk Septian sebanyak 26, suara untuk Zamhary sebanyak 25, dan 3 suara abstain. Selanjutnya, guna melengkapi formasi kepengurusan, ketua terpilih diberikan hak prerogatif untuk menentukan siapa saja yang akan mengisi formasi dalam kepengurusannya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sampaikan komentar anda dengan bijak