Kesungguhan
Senja
beranjak pergi ketika malam datang menjelang. Raffie terbaring sendiri menahan
dingin, meski selimut tebal menutupi sekujur tubuh. Diatas sana Kerlip bintang
dan cahaya bulan tertutup awan hitam. Angin berhembus kencang, menyapu
daun-daun kering hingga berterbangan. Raffie menggigil, mendekap erat tubuhnya
sendiri melawan rasa dingin sekuat tenaga. Malam tampak mencekam ketika deras
hujan turun disertai kilatan petir yang seakan tak henti menyambar. Raffie
memaksakan diri beranjak, mengambil sebutir pil dan segelas air, berharap
banyak mampu meredakan demam dan sakit yang ia rasakan dikepalanya.
Efek obat mulai bekerja beberapa lama kemudian. Rasa kantuk pun perlahan mengantarkan Raffie terlelap tidur hingga pagi datang menjelang.
