Gak Ngerti
Dering telepon membuatnya tersadar dari lamunan. Raffie beranjak perlahan mengambil ponsel yang tergeletak di meja. Nama panggilan masuk yang tertera di layar handphone membuat ia berpikir. Jawab, atau biarkan saja sampai tak lagi berdering. Timbang menimbang berakhir diujung keputusan. Tombol terima ia tekan dan mulai bicara. Kalimat pertanyaan pertama yang ia dengar langsung dijawab dengan singkat. Dion lanjut pertanyakan kabar dan sedang dimana ia berada. Raffie sengaja tak memberi tahu, apa yang telah dialaminya beberapa hari kebelakang.
“Jangan kemana-mana dulu Fie, aku berangkat ke tempatmu sekarang”.
Dion menutup telepon setelah mendapat jawaban. Raffie cepat berganti pakaian. Sweater hitam ia pilih untuk menutupi luka ditubuhnya. Raffie sempat kebingungan saat bercermin. Luka lebam di bawah kelopak mata masih jelas terlihat nyata.




